Descending
Pengurutan data (sorting) didefinisikan sebagai suatu proses untuk
menyusun
kembali humpunan obyek menggunakan aturan tertentu. Mnurut
Microsoft Book-shelf,
definisi algoritma pengurutan adalah algoritma untuk meletakkan kumpulan
elemen data
ke dalam urutan tertentu berdasarkan satu atau beberapa kunci
dalam tiap-tiap elemen.
• urut turun (descending)
yaitu data yang mempunyai nilai paling besar sampai paling
kecil.
Contoh : data bilangan 5, 2, 6 dan 4 dapat diurutkan naik menjadi
2, 4, 5, 6 atau diurutkan
turun menjadi 6, 5, 4, 2. Pada data yang bertipe char, nilai data
dikatakan lebih kecil atau
lebih besar dari yang lain didasarkan pada urutan relatif
(collating sequence)
Keuntungan dari data yang sudah dalam keadaan terurutkan antara
lain :
• data mudah dicari (misalnya dalam buku telepon atau kamus
bahasa), mudah untuk
dibetulkan, dihapus, disisipi atau digabungkan. Dalam keadaan
terurutkan, kita
mudah melakukan pengeekan apakah ada data yang hilang
• melakukan komppilasi program komputer jika tabel-tabel simbol
harus dibentuk
• mempercepat proses pencarian data yang harus dilakukan berulang
kali.
48
Data yang diurutkan sangat bervariasi, dalam hal jumlah data
maupun jenis data
yang akan diurutkan. Tidak ada algoritma terbaik untuk setiap
situasi yang kita hadapi,
bahkan cukup sulit untuk menentukan algoritma mana yang paling
baik untuk situasi
tertentu karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektifitas
algoritma pengurutan.
Beberapa faktor yang berpengaruh pada efektifitas suatu algoritma
pengurutan antara
lain:
• banyak data yang diurutkan
• kapasitas pengingat apakah mampu menyimpan semua data yang kita
miliki
• tempat penyimpanan data, misalnya piringan, pita atau kartu,
atau media penyimpan
yang lain.
Pemilihan algoritma sangat ditentukan oleh struktur data yang
digunakan. Metode
pengurutan yang digunakan dapat diklasifikasikan menjadi dua
katagori yaitu :
• pengurutan internal, yaitu pengurutan dengan menggunakan larik
(array). Larik
tersimpan dalam memori utama komputer
• pengurutan eksternal, yaitu pengurutan dengan menggunakan berkas
(sequential
access file). Berkas tersimpan dalam pengingat luar, misalnya
cakram atau pita
magnetis.
Untuk menggambarkan pengurutan dengan larik, bisa kita bayangkan
semua kartu
terletak di hadapan kita sehingga semua kartu terlihat dengan
jelas nomornya. Pada
penyusunan kartu sebagai sebuah berkas, kita bayangkan semua kartu
kita tumpuk
sehingga hanya kartu bagian atas saja yang bisa kita lihat
nomornya.
Ini adalah sebuah program urut dengan masukan 4 nama buah, yang
kemudian akan di keluarkan secara berurutan berdasarkan abjad. Pengurutan dalam
program ini dapat kita lakukan secara descending. Berikut adalah Source Code
dari program urut.
Berikut ini adalah contoh source code dari descending
Program Urut;
uses wincrt;
label
1,2;
var x : array[0..3] of
string;
y : array[0..3] of string;
pilih : char;
i : integer;
procedure Descending;
var
i,j, tempatnya_min : integer;
min, temp : string;
begin
for j := 0 to 3 do
begin
min := x[j];
for i :=
j to 3 do
begin
if (x[i] >= min) then
begin
min := x[i];
tempatnya_min := i;
end;
end;
temp := x[j];
x[j] := x[tempatnya_min];
x[tempatnya_min] :=
temp;
end;
clrscr;
gotoXY(5,17); writeln('Hasil data yang telah di urut secara
Descending');
for i := 0 to 3 do
begin
gotoxy(25,19+i);
write(x[i]);
end;
end;
C (n) C op
input1 a
= 6 b
+1 c
output 1 d
output 1 d
T (n) = a + 6.b + c + d
Tidak ada komentar:
Posting Komentar